PROFILE SINGKAT PUSKESMAS SANGGAU 

Letak

Puskesmas Sanggau merupakan salah satu dari tiga Puskesmas yang berada di Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau, di samping Puskesmas Tanjung Sekayam dan Puskesmas Belangin III. Puskesmas Kapuas berada di Kelurahan Beringin dengan luas wilayah kerja 876,13 km2 dan berbatasan :

  • Sebelah Utara dengan Kecamatan Bonti dan Kecamatan Jangkang.

  • Sebelah Selatan dengan Kecamatan Meliau dan Kecamatan Nanga Taman

  • Sebelah Timur dengan Kecamatan Mukok dan Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau.

  • Sebelah Barat dengan Kecamatan Parindu.

Luas Wilayah

Puskesmas Sanggau terhitug mulai Januari 2020 terdiri dari 3 Kelurahan dan 10 Desa.

- Kelurahan :

  1. Kelurahan Beringin

  2. Kelurahan Ilir Kota

  3. Kelurahan Bunut

- Desa :

  1. Desa Sei Alai

  2. Desa Semerangkai

  3. Desa Sei Batu

  4. Desa Sei Mawang

  5. Desa Lape

  6. Desa Kambong

  7. Desa Mengkiang

Luas wilayah kerja keseluruhan 613,5 km2 , wilayah desa terluas adalah desa Lape dengan luas wilayah 88,04 km2  dan terkecil adalah kelurahan Ilir Kota dengan luas 17,55 km2.

Sedangkan bangunan puskesmas induk sendiri mempunyai luas tanah 750 m2 dan luas bangunan 375 m2 berdasarkan rehab terakhir tahun 2003 sampai saat ini kondisinya dalam keadaan baik

KEPALA PUSKESMAS SANGGAU

dr.Yuliana Yuli Exlasia

Kami mengucapkan SELAMAT DATANG kepada seluruh masyarakat baik yang berada di Sanggau maupun yang berada di luar kota Sanggau.

Dalam kesempatan  ini kami ingin mengajak semua masyarakat untuk berkenalan lebih dekat dengan  Puskesmas Sanggau. 

Tak lupa kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan kepercayaannya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di  Puskesmas Sanggau.

Salam, 

Simulasi Pelayanan Puskesmas Sanggau Masa Pandemi Covid-19

Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.

Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

“Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih”, tutur Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, di Jakarta (7/4).

Diterangkan Menkes Nila Moeloek, kesehatan berada di hilir. Seringkali masalah-masalah non kesehatan menjadi akar dari masalah stunting, baik itu masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, kemiskinan, kurangnya pemberdayaan perempuan, serta masalah degradasi lingkungan. Karena itu, ditegaskan oleh Menkes, kesehatan membutuhkan peran semua sektor dan tatanan masyarakat.

1) Pola Makan

2) Pola Asuh

3) Sanitasi dan Akses Air Bersih Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih, mendekatkan anak pada risiko ancaman penyakit infeksi. Untuk itu, perlu membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tidak buang air besar sembarangan.

Baca : Artikel Sumber

Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi

Tips Agar Tetap Sehat di Masa Pandemi COVID-19

  • #DiRumahAja

  • Konsumsi Makanan Sehat untuk meningkatkan imunitas tubuh

  • Kurangi konsumsi alkohol dan minuman bergula

  • Aktivitas Fisik 30 Menit/hari

  • Jika bekerja di rumah.Setiap duduk 30 menit, istirahatlah

  • Stop Merokok. Merokok meningkatkan risiko infeksi dan akan memperparah komplikasi akibat Covid-19

  • Jika Anda stres, bingung dan takut, bicarakan perasaan Anda pada orang yang Anda kenal dan percaya dapat membantu

    Saling menguatkan diantara keluarga, tetangga dan teman, rasa kasih sayang juga menjadi obat

    Beribadah, baca buku, dengarkan musik, dan jangan cemas.

    Dengar dan ikuti anjuran pemerintah yang disiarkan resmi setiap hari

Vaksin adalah salah satu cara untuk mencegah penyakit dengan membentuk kekebalan pada tubuh. Caranya adalah dengan memasukkan zat/produk tertentu ke dalam tubuh untuk menstimulasi sistem imun tubuh, agar menimbulkan kekebalan terhadap penyakit menular yang ditargetkan. Salah satu jenis vaksin yang sekarang gencar dilakukan adalah vaksinasi COVID-19.

 

Tujuan Vaksinasi COVID-19

Vaksinasi COVID-19 adalah pemberian antigen yang mampu merangsang terbentuknya imunitas di dalam tubuh atau disebut juga antibodi. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membentuk kekebalan pada tubuh, sehingga dapat meminimalkan segala risiko yang dapat timbul akibat virus corona secara optimal, termasuk berbagai macam komplikasi dan bahkan kematian.

Metode pencegahan untuk menekan angka penyebaran COVID-19 ini dilakukan setelah dipastikan ampuh dan tentu saja aman. Salah satu tujuan dilakukannya vaksinasi ini adalah untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Tujuan lainnya dari pemberian vaksin ini adalah melindungi dan memperkuat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.